Indonesia Menuju Energi Hijau

Indonesia Menuju Energi Hijau

Beredar pemberitaan nasional beberapa waktu yang lalu bahwa pemerintah akan menghapus pasokan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium dan pertalite. Sontak berita ini membuat masyarakat bereaksi.

Direktur dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira melihat, rencana itu sebagai upaya ekonomi untuk melakukan penghematan akibat membengkaknya anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Terlihat masyarakat ada yang pro dan kontra dengan rencana pemerintah ini. Pemerintah sendiri melalui Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati menjelaskan mengenai rencana penghapusan BBM premium dan pertalite pada 2022 akan dilakukan secara bertahap dengan sejumlah pertimbangan.

Menurut peraturan tersebut bahwa untuk mengurangi karbon emisi maka direkomendasikan BBM yang dijual minimum RON 91. Sementara premium merupakan produk BBM Pertamina dengan oktan 88 dan pertalite beroktan 90.

Langkah-langkah ini adalah bagian dari Program Langit Biru (PLB) yang sudah dijalankan mulai tahun 2020 yang lalu. PLB merupakan program pemerintah untuk mengendalikan pencemaran udara, terutama yang bersumber dari kendaraan dengan tujuan meningkatkan kualitas udara bersih dengan mengurangi emisi gas buang melalui edukasi dan mengajak masyarakat merasakan pengalaman manfaat menggunakan BBM berkualitas dan ramah lingkungan.Selain meningkatkan kualitas udara bersih dan mengurangi emisi gas buang, penggunaan BBM dengan Research Octane Number (RON) yang tinggi dapat meningkatkan kinerja mesin kendaraan dan tingkat polusi makin rendah.

Program Langit Biru ini hanyalah program transisi menuju ke program yang jauh lebih penting, yaitu energi hijau. Karena seperti yang kita ketahui bersama, keberadaan BBM di bumi ini terus akan menipis hingga suatu saat akan habis sama sekali. Pada saat BBM sudah tidak ada lagi maka energi yang dapat digunakan umat manusia adalah energi hijau, yaitu energi yang berasal dari tanaman hidup (biomassa) yang terdapat di sekitar kita. Energi itu biasa disebut sebagai bahan bakar hayati atau biofuel. Energi hijau terdiri dari panas bumi (geothermal), matahari, air, biomassa, angin dan laut.