Pencemaran Limbah Plastik

            Pencemaran Limbah Plastik

Indonesia merupakan negara yang ramah lingkungan, akan tetapi ada hal yang tidak bisa dihilangkan dari negara Indonesia yaitu banyaknya "Pencemaran Limbah Plastik".  Limbah plastik merupakan semua barang bekas atau yang tidak terpakai yang materialnya di produksi dari bahan kimia yang tak terbarukan.


Mengutip dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2021, limbah plastik Indonesia mencapai 66 juta ton per tahun. Indonesia pun dinobatkan sebagai negara penghasil sampah plastik laut terbesar ke dua di dunia berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Jambeck pada tahun 2018.


Di sisi lain, kantong plastik yang terbuang ke lingkungan sebanyak 10 miliar lembar per tahun atau sebanyak 85.000 ton kantong plastik. Jumlah ini menempatkan Indonesia di urutan kedua sebagai negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar setelah Tiongkok.


Maka tidak heran sampah plastik di Indonesia kian penting mengingat Indonesia merupakan negara terpadat urutan ke-4 di dunia setelah Amerika Serikat, Tiongkok, dan India
Kota-kota besar di dunia sendiri menghasilkan sampah plastik hingga 1,3 miliar ton setiap tahunnya. Data World Bank memperkirakan bahwa jumlah ini akan terus bertambah hingga 2,2 miliar ton pada tahun 2025 mendatang.


Sangat disayangkan, 22% hingga 43% plastik yang digunakan di seluruh dunia berakhir di tempat pembuangan sampah (TPS). Berarti biaya pembangunan TPS yang harusnya bisa dimanfaatkan untuk hal yang lebih bermanfaat namun harus habis untuk menumpuk sejumlah sampah plastik.


Kesehatan lingkungan menjadi hal yang penting dari tahun ke tahun, apalagi kualitas hidup sangat bergantung dari seberapa bersihnya ekosistem kita. Namun sampah plastik yang menumpuk dari tahun ke tahun perlahan menjadi masalah yang harus dituntaskan dengan kolaborasi berbagai pihak.


Oleh karena itu, mengurangi konsumsi plastik tidak hanya membutuhkan perubahan kebiasaan, tetapi juga perubahan pola pikir.


Sampah plastik memang terkesan simpel, namun faktanya penyebaran sampah plastik yang tidak terorganisir dari tahun ke tahun mampu merusak banyak habitat, termasuk laut, tanah, hingga menjadi polutan udara. Ada dampak yang sangat berbahaya jika banyaknya limbah plastik, dampaknya yaitu polusi di Indonesia akan semakin meningkat dan kualitas lingkungan hidup menjadi terancam. 
Racun-racun dari partikel plastik yang masuk ke dalam tanah akan membunuh hewan-hewan pengurai di dalam tanah seperti cacing.


Ada berbagai cara yang dapat mengurangi sampah plastik diantaranya: 
1. Hindari Penggunaan Sedotan Plastik
2. Gunakan Kantong Reuseable
3. Pilih Toko yang Menggunakan Kemasan Kertas
4. Berhenti Membeli Air Minum Kemasan
5. Pilih Barang dengan Kemasan Kardus
6. Ganti Tupperware Plastik dengan Wadah Kaca atau Baja
7. Bantu Orang di Sekitar Kita Sadar Pentingnya Mengurangi Penggunaan Plastik


Sebaiknya peran masyarakat dan pemerintah harus aktif dalam menangani isu satu ini, apalagi dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Masyarakat juga dituntut untuk terus berinovasi, salah satunya dengan menggunakan kantong belanja yang ramah lingkungan. 


                                                        Penulis
                                                   Dhea Puspita